Ini adalah sepuluh ide retrospektif agile klasik, dengan contoh masing-masing dan template gratis yang bisa Anda buka di TeleRetro untuk menjalankannya bersama tim Anda. Ini bekerja untuk retrospektif sprint, penyelesaian proyek, dan kapan pun tim Anda perlu merefleksikan dan merencanakan.
Berikut yang akan kita bahas untuk setiap metode:
- Apa mereka
- Kapan paling baik digunakan
- Bagaimana menggunakannya
10 ide dan contoh retrospektif agile terbaik
Ini adalah ide retrospektif agile yang hebat:
Mad Sad Glad, Mulai Berhenti Lanjutkan, The 4Ls, Perahu Layar, DAKI, KALM, Bintang Laut, Semudah Pai, Lean Coffee, dan WWW.
1. Mad Sad Glad
- Definisi: Ini adalah teknik retrospektif sederhana yang melibatkan meminta anggota tim untuk menuliskan apa yang membuat mereka senang, sedih, dan marah selama sprint terakhir.
- Mengapa menggunakan: Teknik ini cepat dan mudah digunakan, dan dapat membantu mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, dan area untuk perbaikan tim.
- Cara menggunakan:
- Undang setiap anggota ke papan Anda.
- Minta anggota tim untuk menuliskan apa yang membuat mereka senang, sedih, dan marah selama sprint terakhir.
- Setelah semua selesai, mintalah semua orang membagikan catatan mereka kepada kelompok.
- Diskusikan tema yang muncul dari catatan.
2. Mulai Berhenti Lanjutkan
- Definisi: Teknik retrospektif ini melibatkan meminta anggota tim untuk mengidentifikasi apa yang ingin mereka mulai lakukan, berhenti lakukan, dan lanjutkan lakukan di sprint berikutnya.
- Kapan digunakan: Teknik ini cocok bagi tim yang ingin fokus pada perubahan spesifik dalam alur kerjanya.
- Cara menggunakan:
- Undang anggota ke papan Anda.
- Minta anggota tim untuk menuliskan apa yang ingin mereka mulai lakukan, berhenti lakukan, dan lanjutkan lakukan di sprint berikutnya.
- Setelah semua selesai, mintalah semua orang membagikan catatan mereka kepada kelompok.
- Diskusikan tema yang muncul dari catatan dan pilih tiga ide teratas.
3. The 4 Ls
- Definisi: Teknik retrospektif ini melibatkan meminta anggota tim untuk merefleksikan apa yang mereka suka, pelajari, kurang, dan harapkan selama sprint terakhir.
- Kapan digunakan: Format retrospektif The 4 Ls paling baik digunakan ketika mencari refleksi seimbang tentang pengalaman tim, terutama pada akhir proyek atau selama periode perubahan signifikan, karena mendorong umpan balik konstruktif dan mempromosikan keterlibatan tim secara menyeluruh.
- Cara menggunakan:
- Undang semua orang ke papan Anda.
- Minta anggota tim untuk menuliskan apa yang mereka suka, pelajari, kurang, dan harapkan selama sprint terakhir.
- Setelah semua selesai, mintalah semua orang membagikan pemikiran mereka kepada kelompok.
- Diskusikan tema yang muncul dari catatan dan identifikasi benang merah yang umum.
4. Perahu Layar
- Definisi: Teknik retrospektif ini melibatkan meminta anggota tim membayangkan bahwa mereka sedang mengemudikan perahu. Mereka kemudian menuliskan apa yang membantu mereka berlayar dengan lancar (angin) dan apa yang menahan mereka (jangkar).
- Kapan digunakan: Teknik ini cocok untuk tim yang merasa terjebak atau ingin mengatasi hambatan.
- Cara menggunakan:
- Minta anggota tim menuliskan pemikiran mereka terkait setiap kategori:
- 💨 Angin: Hal-hal yang membantu tim
- ⚓️ Jangkar: Hal-hal yang memperlambat tim
- 🧗♀️ Batu: Risiko atau kendala potensial
- 🏝 Pulau: Tujuan atau visi akhir
- Setelah semua anggota berkontribusi, diskusikan setiap kategori untuk berbagi wawasan dan pengalaman.
- Diskusikan tema yang muncul dari catatan dan identifikasi benang merah yang umum.
- Minta anggota tim menuliskan pemikiran mereka terkait setiap kategori:
5. DAKI (Drop Add Keep Improve)
- Definisi: Teknik retrospektif ini melibatkan meminta anggota tim untuk mengidentifikasi apa yang harus dihentikan, ditambahkan, dipertahankan, dan ditingkatkan.
- Kapan digunakan: Teknik ini cocok bagi tim yang ingin melakukan banyak perubahan pada alur kerjanya.
- Cara menggunakan:
- Undang anggota tim ke papan Anda.
- Minta anggota tim untuk mendiskusikan ide-ide untuk hal-hal yang harus dihentikan, ditambahkan, dipertahankan, dan ditingkatkan.
- Setelah semua selesai, mintalah semua orang membagikan ide mereka kepada kelompok.
- Diskusikan tema yang muncul dari ide-ide dan pilih tiga ide teratas untuk setiap kategori.
6. KALM
- Definisi: KALM adalah teknik retrospektif yang singkatan dari Keep, Add, Less, More. Ini membantu tim merefleksikan praktik mereka saat ini dan memutuskan apa yang harus dipertahankan, ditambahkan ke proses mereka, dikurangi, dan ditingkatkan.
- Kapan digunakan: Teknik ini ideal untuk tim yang ingin perbaikan berkelanjutan dalam alur kerja dan proses mereka. Sangat berguna ketika tim membutuhkan cara terstruktur untuk mengevaluasi dan meningkatkan metode kerja mereka.
- Cara menggunakan:
- Undang anggota tim ke papan Anda.
- Minta anggota tim untuk menuliskan pemikiran mereka di bawah setiap kategori:
- 👍 Pertahankan: Apa yang bekerja dengan baik dan harus dilanjutkan?
- 🙌 Tambahkan: Praktik atau alat baru apa yang harus dipertimbangkan oleh tim?
- ⛔️ Kurangi: Aktivitas atau proses apa saat ini yang kurang efektif dan harus dikurangi?
- ❤️ Tingkatkan: Praktik atau proses apa yang bekerja baik dan harus dilakukan lebih sering?
- Setelah semua anggota berkontribusi ide mereka, fasilitasi diskusi untuk mengeksplorasi setiap kategori.
- Identifikasi tindakan yang bisa dilakukan dan sepakati langkah-langkah untuk menerapkan perubahan yang disarankan di setiap kategori.
7. Bintang Laut
- Definisi: Teknik retrospektif ini melibatkan meminta anggota tim untuk mendiskusikan ide-ide perbaikan dan kemudian memilih tiga ide terbaik.
- Kapan digunakan: Teknik ini cocok untuk tim yang ingin membuat beberapa perubahan spesifik dalam alur kerjanya.
- Cara menggunakan:
- Minta anggota tim untuk mendiskusikan ide-ide perbaikan.
- Saat anggota tim berbagi ide mereka, tuliskan di tentakel bintang laut.
- Setelah semua selesai, mintalah semua orang memilih tiga ide terbaik.
- Diskusikan tema yang muncul dari ide-ide dan identifikasi benang merah yang umum.
8. Semudah Pai
- Definisi: "Semudah Pai" adalah teknik retrospektif yang menggunakan kategori bertema pai untuk membantu tim merefleksikan berbagai aspek pekerjaan mereka. Kategori-kategori tersebut meliputi Humble Pie (tantangan yang dihadapi), Easy As Pie (keberhasilan), Pie in the Sky (ide atau tujuan yang mungkin terlalu ambisius), dan Cutie Pie (pengakuan tim atau momen positif).
- Kapan digunakan: Teknik ini cocok untuk tim yang mencari cara yang ringan dan menarik untuk melakukan retrospektif. Sangat efektif dalam tim yang menghargai pendekatan kreatif dan menyenangkan untuk refleksi dan perencanaan.
- Cara menggunakan:
- Undang anggota tim ke papan Anda.
- Minta anggota tim untuk merefleksikan dan menuliskan pemikiran mereka terkait setiap kategori:
- 🥧 Humble Pie: Tantangan atau kesulitan yang dihadapi selama periode tersebut.
- 🥧 Easy As Pie: Tugas atau proyek yang berhasil diselesaikan dengan mudah.
- 🥧 Pie in the Sky: Ide atau tujuan yang mungkin terlalu ambisius atau tidak realistis.
- 🥰 Cutie Pie: Momen positif, pencapaian tim, atau pengakuan individu.
- Setelah semua anggota berkontribusi, diskusikan setiap kategori untuk berbagi wawasan dan pengalaman.
- Gunakan diskusi tersebut untuk merencanakan perbaikan, merayakan keberhasilan, dan menetapkan tujuan yang realistis dan dapat dicapai untuk masa depan.
9. Lean Coffee
- Definisi: "Lean Coffee" adalah pendekatan pertemuan terstruktur tanpa agenda. Ini mengikuti format sederhana di mana peserta membangun agenda, dan diskusi dibatasi waktu. Kategori yang digunakan adalah 'untuk didiskusikan', 'sedang didiskusikan', dan 'telah didiskusikan'.
- Kapan digunakan: Teknik ini ideal untuk pertemuan di mana peserta ingin memastikan proses demokratis dalam membahas topik. Sangat efektif dalam situasi di mana tidak ada agenda yang ditetapkan atau ketika Anda ingin mendorong partisipasi penuh dari semua peserta.
- Cara menggunakan:
- Undang anggota tim ke papan Anda.
- Peserta menuliskan topik yang ingin dibahas di kolom 'untuk didiskusikan'.
- Kelompok memilih topik mana yang didiskusikan pertama kali.
- Pindahkan topik yang dipilih ke kolom 'sedang didiskusikan'. Diskusikan setiap topik dalam jangka waktu yang ditentukan (biasanya 5-10 menit).
- Setelah didiskusikan, pindahkan topik ke kolom 'telah didiskusikan', lalu pilih topik berikutnya untuk didiskusikan dari kolom 'untuk didiskusikan'.
- Lanjutkan proses ini sampai waktu pertemuan berakhir atau semua topik telah dibahas.
- Gunakan hasil dari kolom 'telah didiskusikan' untuk tindakan atau tindak lanjut.
10. WWW
- Definisi: "WWW" adalah teknik retrospektif yang merupakan singkatan dari Worked Well, Kinda Worked, Didn't Work. Ini dirancang untuk membantu tim menganalisis berbagai aspek proyek atau alur kerja mereka, berfokus pada apa yang berhasil, apa yang agak berhasil, dan apa yang gagal.
- Kapan digunakan: Teknik ini paling cocok untuk tim yang ingin mengevaluasi kinerja mereka dan mengidentifikasi area untuk perbaikan. Sangat berguna setelah menyelesaikan proyek atau pada interval reguler selama proyek jangka panjang.
- Cara menggunakan:
- Undang anggota tim ke papan Anda.
- Minta anggota tim untuk merefleksikan kegiatan terbaru dan menuliskan pengamatan mereka di bawah setiap kategori:
- 👍 Worked Well: Identifikasi strategi, proses, atau tindakan yang jelas berhasil.
- 🤔 Kinda Worked: Diskusikan aspek-aspek yang memiliki hasil campuran atau hanya agak berhasil.
- 👎 Tidak Bekerja: Tunjukkan elemen-elemen yang tidak berhasil atau memiliki hasil negatif.
- Setelah semua poin terdaftar, tim harus mendiskusikan setiap kategori untuk memahami alasan di balik keberhasilan dan kegagalan tersebut.
- Kembangkan rencana tindakan berdasarkan diskusi ini untuk memperkuat apa yang berhasil, meningkatkan apa yang agak berhasil, dan mengatasi atau menghilangkan apa yang tidak berhasil.
Kesimpulan
Ini adalah daftar dari 10 template Retrospektif Agile terbaik kami. Teknik-teknik yang telah teruji waktu ini telah diterima oleh tim Agile selama bertahun-tahun, menawarkan cara yang dapat diandalkan untuk merefleksikan, berkomunikasi, dan mendorong perbaikan berkelanjutan. Baik Anda ingin mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, mendorong kreativitas, atau merampingkan proses, ide-ide retrospektif ini telah terbukti nilainya dari waktu ke waktu.